Pendidikan Keahlian Lebih Dibutuhkan
Source : Kompas, 29 April 2008
Oleh : Kris Razianto Mada
Sejak dahulu dikenal ijazah kursus komputer atau bahasa Inggris. Itu salah satu bentuk sertifikasi keahlian.
Jalur pendidikan formal memang masih menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Akan tetapi, sungguh tidak ada salahnya melirik pendidikan keahlian non gelar. Pendidikan seperti ini
justru bertujuan mendidik tenaga ahli bidang tertentu yang tersertifikasi.
Saat tini di Sulabaya ada banyak perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan seperti itu dengan beragam bentuk keahlian. Sementara ini pendidikan sertifikasi keahlian antara lain bidang ekonomi, keuangan, dan teknik.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), misalnya sudah menyelenggarakan berbagai pendidikan sertifikasi pada beragam keahlian bidang teknik. Adapun Universitas Airlangga (Unair) antara lain menyelenggarakan pendidikan sertifikasi bidang pemasaran dan manajemen keuangan. Universitas Surabaya (Ubaya) menyelenggarakan pendidikan sertifikasi ahli keuangan dan akuntansi.
Pendidikan lazimnya diselenggarakan dengan system modul. Waktu studi biasanya berlangsung antara satu Semester hingga dua semester. "Dari segi biaya, pendidikan ini relatif lebih murah daripada pendidikan formal tingkat master," ujar Basuki, Direktur Magister Manajemen Unair.
Salah satu orang yang menempuh jalur ini adalah Daniel M Rosyid, dosen ITS dan mantan Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur. Selain sibuk mengajar dan menjadi pemerhati pendidikan, Daniel juga menjadi profesional pemasaran tersertifikasi. la salah satu dari sedikit pemasar di Surabaya dengan sertifikat keahlian yang diakui di tingkat Asia Pasifik.
Keahlian itu antara lain digunakan untuk menjalankan bisnis minyak kelapa rnurni. la juga menggunakan keahlian itu untuk memasarkan kapal-kapal kecil dari galangannya di Probolinggo. "Kami membuat produk untuk keperluan ekspor," ujar Daniel.
Dekan Fakultas Ekonomi Ubaya Sujoko Efferin mengatakan, sertifikasi keahlian bisa menaikkan nilai tawar pencari kerja. Pasalnya, masih amat sedikit tenaga ahli tersertifikasi tersedia di Indonesia.
Di sektor keuangan, hanya ada beberapa ratus orang yang mengantongi sertifikat keahlian. Padahal, Indonesia membutuhkan ribuan tenaga ahli keuangan tersertifikasi. "Peluang di sektor ini masih amat besar, mengingat semakin banyak orang membutuhkan tenaga ahli keuangan tersertifikasi," tuturnya.
Bahkan untuk bidang tertentu, sertifikat keahlian lebih dibutuhkan daripada ijazah pendidikan formal tingkat lanjut. Di bidang akuntansi, misalnya, sertifikat keahlian cenderung lebih disukai daripada ijazah pendidikan formal tingkat master.
Pasalnya, setiap negara memiliki standar akuntansi masing-masing. Pendidikan akuntansi tingkat master biasanya memperdalam standar itu. Sementara pendidikan sertifikasi tenaga ahli mendidik seseorang untuk menguasai standar global prosedur akuntansi.
Dalam pasar tenaga kerja saat ini, sertifikat keahlian juga semakin menjadi persyaratan utama. Tidak sedikit perusahaan meminta seorang pelamar membuktikan keahliannya dengan menunjukkan sertifikat bidang tertentu.
"Isu sertifikasi keahlian bukan hal baru di Indonesia. Sejak dahulu dikenal ijazah kursus komputer atau bahasa Inggris. Itu salah satu bentuk sertifikasi keahlian," ujar Basuki. Pendidikan keahlian memang dibutuhkan sejak dahulu.
|